Artikel
Sejarah Desa
Asal usul Desa Karanganyar bermula dari seorang pangeran dari Kerajaan Padjajaran, Raden Mundingwangi, yang pada awalnya tinggal di Jambu Dipa, sebuah gunung Karang di daerah Banten. Suatu hari, Raden Mundingwangi melihat pancaran cahaya dari arah timur sebagai pertanda dari Sang Pencipta Jagad Raya. Merasa bahwa itu adalah petunjuk, Raden Mundingwangi bersama keluarga dan pengikutnya memutuskan untuk mengikuti cahaya tersebut.
Perjalanan panjang mereka membawa mereka ke tempat yang memancarkan cahaya, sebuah gunung yang kemudian dikenal sebagai gunung Cahyana. Di tempat ini, Raden Mundingwangi memulai perjalanan spiritual dan bersemedi. Pada saat yang sama, seorang Syech dari Arab, yang bernama Syech Atas Angin, juga melihat pancaran cahaya tersebut dan memutuskan untuk mencari sumbernya.
Setelah perjalanan yang panjang, Syech Atas Angin akhirnya bertemu dengan Raden Mundingwangi di Gunung Cahyana. Meskipun awalnya mereka berdebat dan bahkan beradu kesaktian, akhirnya Raden Mundingwangi mengakui kesaktian Syech Atas Angin. Raden Mundingwangi dan pengikutnya akhirnya memeluk agama Islam atas pengaruh Syech Atas Angin.
Raden Mundingwangi kemudian dikenal sebagai Syech Jambu Karang, dan putrinya, Rubiah Bekti, dinikahkan dengan Syech Atas Angin. Gunung yang memancarkan cahaya tersebut kemudian dikenal sebagai gunung Cahyana, dan di situlah pemukiman mulai terbentuk. Syech Jambu Karang sering berinteraksi dengan Sunan Kalijaga, dan dalam perjalanan pulang-pergi dari Gunung Cahyana ke Jogja, ia melihat pemukiman di pinggir kali yang sering banjir.
Syech Jambu Karang memprediksi bahwa suatu saat nanti rumah-rumah tersebut akan pindah ke daerah yang lebih aman di atas atau di tepi, sehingga dinamakan "Karanganyar" yang berasal dari "pekarangan anyar." Dengan demikian, Desa Karanganyar pun berkembang dan memiliki akar sejarah yang terkait erat dengan perjalanan spiritual, perubahan agama, dan visi tentang pemukiman yang lebih aman.
MUSDES DTKS DESA KARANGANYAR

